Senin, 22 Juli 2019

Menggema

Langit sudah sangat gelap gulita
Bintang malam semakin bersinar terang
Bulan sabit nampaknya lelah
Suara jangkrik yang nyaring menyekat telinga

Sudah separuh malam aku habiskan waktuku hanya untuk memikirkan
Memikirkan yang sudah bagaimana bisa terulang lagi

Memikirkan yang lelah untuk memulai, bagaimana mau untuk mengulang lagi?

Yaaa...

Aku tau waktu terus berjalan
Terganti oleh jam, hari, minggu dan bulan
Bulan sebentar lagi berganti tahun
Sangat sulit untuk mundur kebelakang
Jika mundur pun, entah aku harus menata bagian mana

Karena semua bagian itu sudah hancur
Berkeping
Dan bersuara menggema

Sebagian darimu

Nampak ada yang hilang
Tapi entah apa yang hilang
Nampak juga ada yang pergi, seperti ruangan putih dan sunyi
Lalu berguma jika berteriak

Bukan ingin menarik ulang dirimu
Tak ingin juga aku mencari bayangmu
Tapi sebagian dari seluruhmu hilang

Susah di gapai bahkan bayangmu sudah tak terlihat
Yang ingin aku sampaikan nyatanya juga tak tersampaikan
Hanya sebatas ruang kosong yang tak berpintu

Target

Kenapa selalu di jadikan alasan saat kau ingin pergi?
Saat kau juga yang salah tapi selalu melindungi dari kesalahan itu
Saat semua yang kau putar dan kau arahkan...

Kau tidak sadar

Bahwa titik itu sudah hampir punah
Untuk menahan beban
Titik yang kau tuju itu sudah tumpul

Tak bernyawa

Bahkan tak bisa kau targetkan berapa lama lagi

Lalu?

Yaa... lalu kau menghilang mengilalang mencari titik-titik baru
di setiap bundaran yang menuju targetmu