Selasa, 06 Agustus 2019

Kita hanya

Dua orang yang sudah pasti tak akan bersatu
Tapi memaksa untuk harus tetap bersatu

Dua orang yang terlampau tanpa jarak
Tapi terasa sangat berjarak

Dua orang sudah pasti tidak akan bisa untuk bersama
Tapi juga harus memaksa bersama

Bukan tidak adil bukan pula tidak imbang
Tapi itulah kenyataan bersama hanya untuk saling mrnyakiti

Bersama hanya untuk terlihat agar sepasang
Bersama juga agar ada teman untuk kemana-mana

Kita

Faken

Kehadirannya selalu di tunggu
Apapun tentangnya selalu membuat penasaran
Saat sudah bersama rasa tak ada

Ibarat

Air bertemu dengan minyak tak bisa bersatu
Angin bertemu dengan asap menghilang dan menyakitkan

Begitupun
Aku dan kamu

Dua insan yang sudah tak bisa bersatu
Tapi selalu memaksa untuk bersama
Selalu menutupi lobang-lobang yang mulai terlihat
Selalu terlihat bahagia di depan, padahal nihil di belakang
Tak pernah menemukan seluruh ragamu lagi untuk tetap bersamaku

Kau menghilang dan aku berpura-pura

Tertipu daya

Jangan memulai awal yang manis jika mengakhiri dengan pahit

Jangan membuka terlalu lebar pula pintu ketika ada orang asing mengetuknya

Memberi ucapan selamat, lalu menjabat tangan dan tersenyum manis

Tertipu daya dirimu

Memulai dengan pelangi dan di akhiri dengan sapuan badai yang tebal

Bumi

Di bumi ini tidak ada yang abadi 
Plastik saja butuh waktu bertahun-tahun untuk hancur 
Memang lama untuk hancur. Tapi akan tetap hancur bukan?

Tidak ada yang abadi juga, cuaca akan berubah setiap saat
Mood juga selalu berubah 

Mengenal yang baru bukan bearti melupakan yang lama

Semua akan berakhir entah cepat atau lambat 
Entah sekarang atau nanti
Yang jelas akan silih berganti untuk berubah 

Bukan puisi perpisahan yang aku buat sekarang
Tapi kata-kata yang memang nyatanya akan di lalui dalam kurun waktu yang di jalani

Hidup di dimensi milenial sekarang lebih cepat berkembang 
Daripada hidup di tempo doelo

Bukan menghina jaman dulu tapi menghargai apapun yang sudah di dapat 

Bertopeng

Bukan ingin mengejarmu
Meminta agar engkau kembali mundur ke belakang
Atau berbalik arah melihatku

Aku cukup lelah dengan caraku
Bagaimana bisa mendapatkan dirimu lagi
Seperti dulu

Utuh
Pendiam
Kaku
Namun menyayangiku

Tidak banyak menuntut padaku
Menerimaku seperti ini dan tidak ingin merubah diriku menjadi orang lain

Namun seiring berjalannya roda poros bumi
Kau yang dulu aku kenal lenyap
berubah menjadi sosok yang berbeda

Seperti rumus matematika sulit di pecahkan
Unsur senyawa kimia yang mudah di cerna namun rumit untuk di pelajari
Molekul atom yang selalu hadir dalam setiap pertemuan

Entah itu hanya aku yang hiperbola atau engkau yang berubah
Tapi nampaknya benar kau berubah, menjelam menjadi orang bertopeng jahat
Tak di kenal


Jika...

Bukankah memendam itu berat
Lebih berat daripada menyatakan
Aku juga malu untuk mengungkapkan

Karena apalah aku?

Aku hanya orang yang sudah lama sekali mendoakannya
Tuhan selalu menjadi perantara doa-doaku

Selalu di buat jatuh cinta saat melihatnya
Tapi tak bisa untuk di miliki karena sulit

Bukan bagaikan langit dan bumi
Tapi aku tak tahu

Jika kamu tahu rasanya menimpan itu pahit maka akan aku ajarkan padamu
Rasa menunggu lebih pahit dari kopi hitam

Jika semesta menghendaki, kamu bersama dengan orang lain
Tak apa nanti akan ku ungkapkan bahwa aku benar-benar menyayangimu

Tapi jika semesta kasihan melihatku
Lalu kamu menjadi milikku aku akan berterima kasih kepada semesta dan Tuhan karena telah memberi dirimu untukku.
Aku berjanji tak akan mengecewakanmu

Tak menangis

Ku rindu
Ingin menyapa
Ingin bertanya
Ingin melihat

Juga ingin sekali menyentuh rambutnya

Tapi tak sanggup
Bukan karena jarak, waktu atau apalah
Salah yang membuatku mengurungkan semuanya

Ingin mengulang dimana masa itu bersama
Dia melihat dan duduk di sebelahku
Mengerjakan tugas bersama
Serta memakan roti yang sangat keras lalu tertawa karena kebodohan itu

Sungguh rindu

Selalu menyebut namanya
Menulis namanya
Dan terus menceritakan pada semesta
Tapi angin selalu membawa pergi sebelum semesta tahu akhirnya

Miris...

sungguh sakit tapi ku tak menagis

Maka

Pernah berfikir bukan apa yang kamu cari dan tunggu
Harus benar-benar yakin akan kamu dapat
Itu harus kamu tanamkan di hati

Yakinlah dalam hatimu bahwa kamu akan mendapatkan itu

Yakinlah...

Karena pada saat kamu bersungguh-sungguh menginkan, maka alam semesta pun turut mengabulkan

Senin, 22 Juli 2019

Menggema

Langit sudah sangat gelap gulita
Bintang malam semakin bersinar terang
Bulan sabit nampaknya lelah
Suara jangkrik yang nyaring menyekat telinga

Sudah separuh malam aku habiskan waktuku hanya untuk memikirkan
Memikirkan yang sudah bagaimana bisa terulang lagi

Memikirkan yang lelah untuk memulai, bagaimana mau untuk mengulang lagi?

Yaaa...

Aku tau waktu terus berjalan
Terganti oleh jam, hari, minggu dan bulan
Bulan sebentar lagi berganti tahun
Sangat sulit untuk mundur kebelakang
Jika mundur pun, entah aku harus menata bagian mana

Karena semua bagian itu sudah hancur
Berkeping
Dan bersuara menggema

Sebagian darimu

Nampak ada yang hilang
Tapi entah apa yang hilang
Nampak juga ada yang pergi, seperti ruangan putih dan sunyi
Lalu berguma jika berteriak

Bukan ingin menarik ulang dirimu
Tak ingin juga aku mencari bayangmu
Tapi sebagian dari seluruhmu hilang

Susah di gapai bahkan bayangmu sudah tak terlihat
Yang ingin aku sampaikan nyatanya juga tak tersampaikan
Hanya sebatas ruang kosong yang tak berpintu

Target

Kenapa selalu di jadikan alasan saat kau ingin pergi?
Saat kau juga yang salah tapi selalu melindungi dari kesalahan itu
Saat semua yang kau putar dan kau arahkan...

Kau tidak sadar

Bahwa titik itu sudah hampir punah
Untuk menahan beban
Titik yang kau tuju itu sudah tumpul

Tak bernyawa

Bahkan tak bisa kau targetkan berapa lama lagi

Lalu?

Yaa... lalu kau menghilang mengilalang mencari titik-titik baru
di setiap bundaran yang menuju targetmu

Kamis, 18 April 2019

Kesalahan manusia

Bukan untuk di puji saat tampil indah
Juga bukan untuk di caci saat kesalahan tak sengaja terbuat.
Manusia sama, sederajat dan punya salah
Yang membedakan adalah cara pola pikir atau mungkin cara mereka memandang sesuatu hal dengan sebelah mata.

Jangan terlalu tinggi untuk di gapai
Jangan juga terlalu rendah supaya engkau di biarkan rendah.
Biasa saja tapi mempunyai konsisten yang selalu terisi.


Aroma tahun lalu

Layaknya seperti laksana yang mengikuti arus ombang-ambing dari segala mata angin
Kapal yang oleng terbawa angin laut
Ombak yang besar menghantam
Pasang surut yang terus terjadi

Jarum jam berputar tiada henti
Detik telah menjadi menit, menit berganti menjadi jam
Begitupun dengan pagi telah terganti dengan petang

Mendatangkan senja yang membawa bulan redup di malam ini
Terkadang hujan terkadang bagus
Tidak semua malam yang terlewat seperti malam-malam sebelumnya

Mungkin malam ini hujan sangat setia menemaniku sampai terlelap melupakan janji-janji manis kita dulu.
Hujan juga yang mendamaikan suara dari jeritan hati yang selalu berteriak menahan rindu
Aku suka saat angin malam membawa aroma sejuk untuk di hirup
Tapi benci juga saat hujan turun perlahan menyapu aroma tanah kering yang khas menusuk hidung

Bukan cokelat hangat yang menemaniku malam ini
Bukan juga selimut atau kaos kaki yang menghangatkanku di hujan malam ini
Tapi seluruh memori yang terputar tiada henti.

Memori yang selalu kuat dan terputar sendiri, aku tak tahu cara berhentinya bagaimana
Tapi itu selalu menari-nari dalam otakku.

Kau begitu pandai saat hujan tahun lalu di bulan yang sama kau ada bersamaku. Membawa aku ikut dalam putaran roda waktu yang ingin aku cepat ketahui kedepannya.
Namun, bulan ini di tahun yang berbeda kau tak lagi bersamaku.
Membiarkan masa yang akan datang untuk aku lewati sendiri.

Aroma tahun lalu masih terasa hangat selalu memeluk dan mencikku untuk tidak bergerak melepaskan semuanya.
Kau hebat menyulap semuanya menjadi seperti halusinogen.


Selasa, 26 Maret 2019

Jarum Jam

Seperti angin yang terasa tapi tak terlihat
Layaknya hujan yang menetes ke bumi tapi tak bisa di genggam
Mungkin juga seperti asap yang menyesakkan paru-paru tapi tiap kepulannya indah

Ini bukan kedua kali atau ketiga kali
Ini adalah yang kesekian kali
Engkau menjadi asap yang di bawa angin dan di pisahkan oleh hujan

Aku seperti asap yang engkau bawa kemana saja
Dan kau seperti hujan yang bisa menghilangkan itu semua

Jangan marah saat aku bilang kau mengilalang kemanapun
Jangan marah saat aku bilang kau beku seperti es
Jangan pula marah saat aku selalu bilang kau seperti jam pasir

Kau tak suka saat aku mendekat
Tapi, saat aku sudah menjauh kau tiada dosa menarik ku

Aku bukan layang-layang yang angin bawa kemanapun aku ikut
Juga begitu dengan rasa yang kau samakan dengan menarik ulur layang-layang itu.

Kau sangat pintar mengatur ritme yang tidak aku suka
Kau pintar saat menjadi bunglon yang berubah warna
Kau juga sama pintar dengan tupai yang lihay melompat

Aku tak mengutukmu atas dasar perasaan
Juga tak menuntutmu
Tapi yang aku mau kau jadilah seperti detikan jarum jam yang selalu mengikuti arah waktu


Tak mudah di jangkau

Dulu yang hanya ku tahu pelangi ada tujuh warna
Merah
Jingga
Kuning
Hijau
Biru, dan
Nila

Ternyata salah semua hanya melihat itu yang umum
Aku pun sama jika di tanya ada berapa yah aku jawab tujuh...
Padahal bukan.

Warna pelangi ada delapan di tambah dengan putih
Langit juga bukan biru
Mengapa?
Langit putih, indah, bersih dan cantik.

Langit tidak pernah membenci pelangi yang datang dan pergi
Langit juga tidak pernah benci senja yang cantik namun sebentar
Langit tak pernah membenci hujan yang membuatnya mendung

Langit menerima itu semua apaadnya.
Sebab itulah semesta meletakkan langit di atas agar tak mudah di jangkau oleh perasaan yang sebentar namun terasa lama...


HIPERBOLA

Sekarang yang hanya lebih sering menemaniku bukan kamu lagi. Tapi hanya ada laptop dan kabel charger yang panjang selalu setia menemaniku. Menemani menulis, menemani saat aku tertegun sendiri dan menemani lamunan panjangku yang selalu saja melamunkan dirimu.

Kau pandai dalam menciptakan hal yang selalu aku pikirkan, kau juga pandai sekali selalu memperlihatkan imajinasimu yang sangat indah. Kau juga pandai selalu membuat senyum di bibir ku ini cepat pudar.

Aku selalu saja melihat mata indahmu di balik kacamata itu, aku suka dengan goresan rahangmu yang kokoh, aku suka lekuk indah bibir tipismu tersenyum. Semua yang ada dan selalu tentang kau aku selalu suka.

Aku tak pernah menolak saat kau butuh, akupun selalu siaga saat engkau inginkan. Dan aku akan selalu ada dalam setiap detik denyut nadimu jika itu kau mau.

Aku selalu berfikir keras, kenapa engkau begitu indah? Semesta pintar, menciptakan suasana indah dengan orang yang kalah indahnya.

Kau baik, jadi aku suka. Itu saja yang aku suka awal denganmu.

Dulu, apa yang ku lihat tentang dirimu sangat tidak menarik, sangat bosan dan sangat abstrak menurutku. Tapi sekarang, apa yang engkau ciptakan selalu saja begitu membuatku ingin mengulanginya agar engkau selalu di sampingku.

Awalnya aku fikir engkau manusia yang sangat membosankan. Manusia yang selalu dengan hal lugumu itu. Tapi ternyata tidak. Kau asik! Ohya aku juga tak tahu mengapa perasaan itu tumbuh begitu cepat. Dan aku pun tak tahu mengapa bibit yang aku tabur untuk menolak perasaan itu mati.

Mungkin saat matahari terbenam disitulah sang semesta memperlihatkan indahnya dirimu...

Ah aku terlalu berlebih dalam memujamu seperti sajak hiperbola. Sebenarnya aku bukan seperti perempuan pada umumnya yang melihat, suka, tertarik lalu ingin jadi miliknya. Bukan! Aku bukan begitu. Aku hanya perempuan yang untuk melihat saja aku takut, apalagi aku mengagumi aku sangat takut, sebab jika mengagumi ciptaannya aku akan di sakiti oleh penciptanya. Jadi, cara ku menyukaimu yah itu aku ungkapkan dari bait sajak, tulisan dan ceritaku tentangmu yang penuh dalam memoriku.

Lelah sudah jariku mengetik tentangmu, lelah sudah bibirku tersenyum saat ingat dirimu dan juga aku lelah menyimpan rasa yang ingin aku teriakkan begitu kencang untukmu.

Seperti sajak hiperbola yang berlebihan untuk di ucapkan, fatamorgana yang tidak nyata namun terlihat sangat nyata, juga seperti pelangi yang sangat indah namun sebentar.

Tapi kamu bukan semua itu, kamu adalah langit yang selalu berubah pagi atau malam yang mengubah selalu ada batas waktu. Seperti putaran jam dinding yang sangat bosan untuk di dengar, detak jantung yang menggebar-gebar juga seperti desiran darah yang naik ketika namamu itu di sebut.

Bagaimana? Aku tak tahu...

Minggu, 24 Maret 2019

Rasa

Saat semua hati merasa dan menahan apa yang di rasa
Hati sering di caci, khianati, dan di benci
Bukan bearti hati tidak bisa mengikhlaskan, melupakan.

Untuk itupun tak kuat.

Tapi dimana satu titik
Hati hanya bisa bertahan saat semua melakukan itu

Ketika tubuh masih semangat, tapi? Cobalah pikirkan perasaan hati
Apakah ia masih kuat?

Yang lain bisa menilai dari sunggingan senyum sedikit
Dan aku disini tetap berdiri kokoh dengan kekuatan hati

Satu kunci yang sama.

Rumpang

Seperti Banda Neira
Yang tak mampu berkata namun ingin di dengar
Yang tak mampu di ucap namun ingin di mengerti

Bukan hanya rasa yang tumbuh begitu cepat
Menjalar bagaikan akar yang panjang
Menumpuk di ranting pohon yang akan menjadi lebat

Aku tak tahu mampu merangkai kata mulai dari mana
Yang jelas semenjak api telah menjadi asap dan sejak itulah
Aku merasa sesak

Aku bukan belajar dari Sapardi untuk menulis setiap sajak
Bukan juga menjadi Bapak Chairil Anwar
Aku tak bisa membuat otakmu cair saat membacanya

Namun yang aku bisa hanya mengeluarkan semua yang aku rasa
Lewat tulisan yang entah kapan akan engkau baca

Tulisan kelam melewati hari tidak denganmu lagi
Tulisan yang hanya bisa membuatmu bosan

Tapi aku mengerti, karena kamu bukan orang yang suka membaca
Aku tahu kamu sangat senang dengan Musik yang selalu engkau nyanyikan saat di sampingku

Aku hanya berdiam saja saat engkau menceritakan musik-musik indahmu itu...
Aku tak terlalu akrab dengan musik

Aku hanya akrab dengan sajak-sajak yang rumpang untuk selalu ingin diisi
Bukan banyak membaca sehingga bisa membuatku begitu mudah mengelurkan ini
Tapi banyak pelajaran yang selalu aku dapat darimu
Hingga aku bisa bersajak seperti ini

Rabu, 13 Februari 2019

Tidak nyata


Kamu tahu?
Mengapa semesta menciptakan senja begitu indah?
Mengapa semesta menampilkan senja hanya sebentar?
Mengapa semesta meletakkan senja di atas?
Mengapa semesta memperlihatkan senja begitu cantik dan manis

Karena semesta tak ingin senja rusak, karena semesta tak ingin senja memberikan harapan yang tampak nyata tapi tak nyata
Karena semesta tahu hati mana yang sakit jika harapan itu punah...

Beku

Kamu tahu jika kamu seperti rintik hujan?
Maka tidak ada kebahagiaan di dalam setiap hariku

Aku tak ingin dingin
Aku tak ingin beku
Dan aku juga tak ingin gelap

Mengapa sebelum hujan selalu ada mendung?
Mengapa juga sebelum hujan ada angin kencang?

Kamu bisa tidak menjawabnya?

Tidak bukan?

Akupun begitu, aku tak bisa memberikan jawaban.
Aku tak bisa memberika alasan

Karena aku tidak ingin selalu ada hujan di setiap hariku.

Aku hanya ingin selalu ada udara yang segar
Yang setiap detiknya selalu aku ingin rasakan

Setiap detik yang aku rasakan juga ingin bersamamu...

Jadilah udara yang sejuk untukku...

Senja

Senja memang selalu indah
Memang selalu menarik mata
Memang selalu ingin di lihat

Jikalau senja bisa di lihat setiap detik...
Aku ingin...
Kamu yang menjadi senja dari setiap putaran detik jamku

Kenapa senja selalu di nantikan?
Senja selalu di tunggu?
Dan senja selalu saja di dahulukan?

Karena senja selalu membuat mata menjadi berbinar...
Membentuk senyum di bibir merah meronamu

Dan aku suka saat engkau sangat bahagia seperti itu

Jika saja aku punya kantong ajaib doraemon
Akan aku sediakan terus senja di kantong itu
Lalu aku beri kepadamu

Supaya hatiku damai saat melihat senyummu...

Gelombang

Andai saja waktu itu kau tahu
Andai juga waktu itu kau ada
Dan andai waktu itu bisa di ulang

Kamu tahu hal yang paling indah?
Bukan pelangi
Bukan senja
Bukan juga suara rintik hujan

Tapi indah saat kau tersenyum
Dan aku? Aku cuma bisa melihat...
Kau tersenyum bagai gelombang
Gelombang yang memadukan setiap detik air yang ikut

Engkau tahu juga tidak?

Menikmati setiap detik yang engkau lakukan adalah hal yang paling suka aku lakukan.

Aku adalah aku yang dari dulu selalu ikut arus gelombangmu. Tanpa meminta kamu mengetahui arah angin yang aku bawa...

Senin, 11 Februari 2019

TWITTER


“Seseorang yang sulit mendapatkan cinta sejati itu, karena orang itu banyak menghabiskan waktu untuk mengejar orang lain”. Celotehan dari akun twitter yang muncul di Time Line gue. Kalo gue lagi bosen pasti yang jadi peralihan gue itu cuman twitter, entah mengapa gue sangat merasa tentram dan nyaman kalo sedang berada di twitter dari pada di akun lain. Perasaan gue yang sedang gue rasain itu tepat banget kayak celotehan-celotehan di dalam twiiter, setiap kali celotehan yang muncul, tepatnya nyangkut banget di hati gue. Pasti gue Re-tweet, bahkan ada yang gue jadikan Favorit.
          Merasa nyamana itu saat sedang ada di dalam akun twitter, entah mengapa seolah-olah akun twitter itu tahu banget cerita hidup gue, tahu banget yang sedang gue rasain, serta tahu banget apa yang ada di dalam pikiran dan benak gue. Nyaman adalah saat bersama doi, duduk berdua dan bersenda gurau bersamanya. Celotehan twitter lagi yang sedang lewat di Time Line gue, bagi mereka yang sedang jatuh cinta atau berpacaran. Memang benar celotehan itu, tapi bagi gue enggak bener-bener amat sihh. Karena gue belum pernah ngelakuin itu, duduk berdua bersama doi, makan ice cream bareng doi, bersenda gurau bersama doi. Gue belum pernah merasakan itu semua. So itu salah menurut gue, bagi gue nyaman itu ketikan gue sedang dalam posisi wenak, guling-gulingan sambil bukak twitter dan dengerin lagu. Itu nyaman bagi gue.
          Gue belum pernah sama sekali pacaran, gue juga gak tahu apa itu rasanya pacaran. Bukan karena gak laku mangkanya gak pacaran, gue gak pacaran itu karena gue takut gue nanti nangis, gue nanti galau, bahkan bisa saja gue bunuh diri gara-gara pacaran. Itu yang gue takutin, karena gue orangnya kalo nekat gue lakuin banget kalo gue sakit juga akan lama pulihnya. Banyak sudah cowok yang nembak gue, nembaknya secara langsung sambil memberi coklat, atau menyanyikan lagu yang romantis, maupun dari telpon, sms, bbm, atau yang lain banyak banget yang udah utarain perasaanya ke gue. Tapi gue tolak bukan karena jual mahal tapi yahh gitu, yahh karena itu tadi takut sakit hati dan belum ada yang pas dihati, bagi kalian alesan gue itu berlebihan. Tapi bagi gue enggak! Gue yah gue, bukan kalian. Dan jika gue suka sama seseorang, gue cari info tentang orang itu, gue kepoin orang itu lewat akun yang dia punya seperti facebook, twitter, bbm, instagram, line, dan lain-lain.
          Kayak sekarang aja, gue sedang di landa yang namanya Jatuh Cinta. Selama lima belas tahun gue hidup, sepuluh tahun gue sekolah. Baru kali ini gue ngerasain yang namanya jatuh cinta. Gue lihat di celotehan twitter tentang cinta khususnya. Ada yang bilang cinta sulit di tebak namun memumbuhkan kasih sayang. Gue sedang suka dengan anak kelas sepuluh IPA satu. Awalnya itu gak sengaja, di mulai dari twitter dia Me-Retweet kalimat yang gue posting di Time Line gue. Padahal dia belum follow akun gue. Gue nge-tweet “Risih tau di retweet mulu dari tadi!” tak lama dia retweet juga postingan gue tadi apasih maunya sih dia itu? Lalu dia follow akun gue, dan di mention gue gini “Follback” tanpa gue bales mention dia, sudah gue follback akun dia. Lalu dia mention lagi. Jujur gue sangat risih dengan mention yang menuhin notip ini. Gue bales mention dia, lama kelamaan gue nyaman juga berbalas mention dengan dia. Gue stalker akun miliknya, ternyata dia memang suka me-retweet postingan tentang perasaan. Tentang cinta gitu, kayaknya dia sedang jatuh cintah dehh entah sama siapa!
          Tak tahu apa yang gue rasain sekarang, yang terasa kalau sedang berbalas mention dengannya itu sangat nyaman dan membuat gue memiliki mood yang baik. Tapi buat jadiin dia cowok, kayaknya gue harus mikir dua kali, untuk yang sekian kalinya gue bilang. Kalo gue takut pacaran entar jadinya sakit hati. Yah! Inilah gue apa adanya, tidak meniru orang lain buat pacaran. Tapi pacaran itu berdasarkan hati dan perasaan seseorang kepada orang yang ia sayang. Jika memang sayang kenapa enggak?

BAGIAN HIDUPKU


Aku adalah aku bukan dia, mereka, atau siapun itu. Aku bisa mencintaimu dengan caraku sendiri, menyayangimu dengan setulus hatiku, dan berkorban untukmu lebih yang dari kau pikirkan. Aku juga bisa membuatmu menangis saat membaca surat terakhirku ini. Dan yang lebih kau perlu tahu, bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu, aku sangat menyayangimu, dan yang lebih kau perlu tahu aku takut kehilangan mu Dimas. Aku tak ingin kehilanganmu. Sampai akhirnya kau tahu aku yang akan pergi meninggalkan mu untuk selama-lamanya. Maafkan aku Dimas.  I Love You Dimas Shaputra.
                                                          By: Nisya Syaputri
          Aku menangis membaca surat terakhir dari kekasihku Nisya. Aku telah lama menjalankan hubungan dengannya, dari kami kelas satu SMA sampai kami telah tamat sekolah. Yah memang baru satun tahun kami tamat. Tapi hubungan kami telah lama terjalin, keluarga kami sudah saling tahu, dan keluarga kami merestui hubungan kami.
          Satu tahun yang lalu tepat kelas tiga SMA, Nisya sebenarnya tidak ingin menceritakan semuanya kepadaku, dia menutupinya, dia berbeda dengan Nisya yang dulu yang aku kenal, yang selalu riang, tertawa, sangat hobi meneceritakan tentang film yang dia tonton semalaman suntuk, dia mengajarkanku pr matematika yang sanagat sulit, dan matematika itu pelajaran yang sangat ia senangi. Tapi semua itu berubah ketika aku tahu dari Bundanya bahwa Nisya mengidap kanker otak stadium akhir dan diperkirakan dia tidak bisa mengikti Ujian Nasional kelulusan sekolah. Tapi nyatanya tidak Tuhan berkehenak berbeda. Dia melewati ujiannya dengan sangat mudah dan menjalankannya tanpa ada hambatan. Sampai ujian itu berakhir dan aku pulang bersama dia.
“Sayang, tolong jujur denganku. Kamu sakitkan?” ucapku
“Tidak Dimas aku tidak sakit, aku baik-baik aja kok. Gak ada yang perlu kamu khawatirin” jawabnya dengan senyuman khasnya yaitu menimbulkan lesung pipi yang sangat dalam.
“Tapi, kamu sedang mengidap suatu penyakit. Yang aku tahu penyakit itu parah, dan yang lebih membuatku kecewa kamu tidak pernah menceritakan semuanya denganku” aku berbicara dengan nada sedikit tinggi. Karna aku ingin dia menjawab omonganku dengan jujur tanpa berbohong.
“Tidak Dimas, aku tidak apa-apa” jawabnya mengelak.
“Nisya. Kita udah lama pacaran, keluarga sudah saling tahu dan mendapatkan izin. Kita sudah tahu satu sama lain, kita sudah melengkapi, kita sudah pernah melewati masa-masa sulit, senang, bahagia, haru, kita lalui bersama. Mengapa kamu tidak jujur mengatakan kalau kamu sedang sakit?” celotehku dengan panjang tanpa ada stop.
“Yahh aku kalah. Aku memang sedang sakit, sakit yang begitu parah, sakit yang tak ada harapan untuk hidup kembali, untuk menemanimu sampai maut memisahkan kita. Aku takut saat aku menceritakan ini kau sedih, kau khawatir, kau memikirkan aku dan kau tak perduli dengan urusanmu dan pendaftaran kuliah yang sedang kau ikuti. Aku takut itu terjadi Dimas!” ucapnya begitu panjang. “Aku mengidap sakit Kanker Otak stadium akhir. Kata dokter kecil harapanku untuk hidup” sambungnya lagi, dia menjawab dengan meneteskan air mata dipipinya yang tembam.
Bibirnya yang pucat tak kuasa aku untuk menahan tangisku. Tangisku akhirnya pecah. Ini baru pertama kalinya aku menangis dihadapan Nisya orang yang sangat aku sayangi. Selama ini dia tak pernah melihatku menangis, dan aku tak pernah menangis dihadapan dia. Aku menyayanginya dengan setulus hatiku, aku sangat sayang dia Tuhan. Mengapa kau tega memberi ujian yang sangat berat kepadaku dan kepada kekasihku? Tapi aku masih sangat berfikir apakah penyakit Nisya akan sembuh dalam waktu dekat? Karna kami telah merencanakan tiga bulan setelah tamat sekolah ini, kami akan bertunangan. Keluarga pun telah menyetujui rencana kami.
Kelulusan sekolah telah didepan mata, besok kami akan menyaksikan siapa saja yang masih duduk dibangku SMA dan siapa saja yang telah berhasil lulus dari SMA Kusuma Bakti itu. Malam ini aku menemani Nisya dirumah, karna Bunda dan Ayahnya sedang menyaksikkan Sandra adik Nisya pentas Piano. Sandra sangat ingin Nisya kakaknya datang pentas perayaan hut hari jadi sekolahnya itu, untuk malam ini. Tapi karna kondisi Nisya yang sangat lemah, Sandra mengerti dan Bunda menitipkan Nisya kepadaku, dirumahnya ada aku, Nisya dan pembantunya. Kami duduk di ayunan belakang rumahnya, aku menyanyikan lagu dengan menggunakan gitar. Aku menyanyikan lagu Anima – Bintang. Lagu itu adalah lagu kesukaan kami berdua, kami selalu menyanyikan lagu ini saat perjalanan pulang sekolah didalam mobil. Aku rindu dengan masa-masa itu, memang sekarang Nisya masih ada disekatku, tetapi dia tidak seperti dulu, dia sekarang banyak diam dan sering melamun. Meskipun Nisya begitu, tak terlintas dibenakku untuk berpaling dari kekasih ku itu, kekasih yang sangat aku sayangi dan Bissmilah calon istri dunia akhirat, amin Ya Allah.
Bulan itu, bulan September adalah bulan kesedihan bagi aku, keluargaku, keluarganya, serta teman-tamannya. Mengapa Nisya mengalami kegagalan saat menjalankan kemoterapinya untuk yang kedua kali, dia mengalami koma selama satu minggu, dan dia sempat bangun cuma tiga hari saja. Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya dan menuliskan surat untukku, dia kembali tidur. Yahh tidur tidur untuk selama-lamanya. Dan tak akan bangun lagi.
Aku masih ingat ucapan terakhirnya untukku “Dimas, aku mencintaimu. Jika aku tak ada untukmu, gantikan posisiku dihatimu dengan gadis yang lebih baik lagi, dan bisa menemanimu hingga akhir hayatnya” Aku tak kuasa mendengar ucapnya itu, aku langsung memeluknya dengan pelukan kasih sayang. Dan aku berkata. “Nisya sayang, gak boleh bilang gitu. Kamu pasti sembuh kok sayang. Dan gak ada yang bisa menggantikan posisimu dihati ku sayang” Nisya yang lemah hanya mengangguk lemah, dan tak berdaya. Lalu aku kuatkan lagi pelukan ku untuknya sehingga dia merasa nyaman.
“Dimas. I  Love You”
“Love you to sayang” jawabku pelan, dan dia melepaskan pelukan ku dari badannya. Dia izin izin untuk tidur sebentar katanya sangat mengantuk sekali. Aku yang sangat sayang kepadanya aku izinkan dia untuk tidur. Malamnya aku beniat untuk menjaga Nisya dirumah sakit. Aku menuju kerumah sakit yang sedang dia tempati. Aku membawakan bunga Mawar yang sangat dia suka, saat perjalananku menuju kamar rawatnya. Aku melihat Bunda Nisya, Ayahnya, dan Sandra adiknya menangis terseduh-seduh seakan baru kehilangan sesuatu. Aku yang cemas, langsung mengahampiri Bunda dan bertanya “Ada apa Bunda?” bunda yang masih terisak dalam tangisnya. Tak kuat untuk mengeluarkan suaraya.
          Lalu Sandra yang menjawab “Kak Nisya, Bang. Kak Nisya” jawab Sandra terseduh seduh “Adaapa dengan Nisya, Ndra?” tanyaku semakin penasaran “Kak Nisya sudah tiada”
          Bunga yang aku pegang jatuh dari tanganku, badan ini terasa sangat lemah dan seketika ambruk di kursi yang disediakan. Air mataku jatuh tak berhenti. Apalagi saat aku melihat jenazah Nisya terbaring tak berdaya sangat pucat, lewat dengan keranjang yang di dorong oleh para suster dan satu orang dokter.
          Besoknya tepat jam 10 pagi, aku ikut mengantarkan ketempat peristirahatan terakhirnya. Orang-orang sudah pergi meninggalkan makam Nisya, tapi aku masih saja duduk menangis disebelah makam Nisya. Dan Sandra yang ingin pergi meninggalkan makam Nisya kakaknya, dia berhenti dihadapanku dan memberikan amplom yang berwarna Biru, warna kesukaan kami berdua. “Ini Bang, aku temukan diatas buku agendanya Kak Nisya, dan aku lihat da tulisan For Dimas” aku mengambil amplop itu dari tangan Sandra. Setelah itu Sandra pergi meninggalkan ku.
          Dua jam aku masih duduk disebelah makam Nisya. Aku pergi meninggalkan makamnya dan pulang kerumah. Dirumah tepat didalam kamarku, aku membuka surat dari Nisya, aku mendapatkan banyak foto-foto kami berdua. Foto yang konyol, aneh dan begitu romantis. Aku kangen masa-masa itu. Tapi Tuhan berkata lain dan takdirpun mewujudkannya. Aku membaca suratnya aku menangis saat membaca surat darinya.

UNTUK PERTAMA KALINYA


Astaga aku kembali menatap wajah dia kali ini, tapi aku menatapnya tidak seperti dulu dengan cara aku mengawasinya dari kejauhan, dan membayangkan apa yang akan terjadi itu akan terjadi juga untukku disuatu hari nanti. Dan suatu hari itu adalah sore ini, sore yang diguyuri hujan yang tak begitu deras, tapi membasahi seluruh jalan yang berada di dekat rumahku.
          Yahh sore ini aku bertemu dengan Rama, kali ini aku langsung bertemu dengan dia, aku langsung berbicara dengan dia, dan aku sempat memandang wajah dia yang begitu lucu saat aku lihat dia secara langsung. Kembali terikat di pikiranku kalau aku mencintai dia lebih dalam dan sepenuh hati. Aku dan Rama sudah pacaran satu bulan lebih, dan kami sempat putus untuk yang kedua kalinya, tapi sekarang Allhamdulilah aku menjadi miliknya, dan ia menjadi milikku. Entah untuk berapa lama, aku harap ini untuk selama-lamanya. Selama satu bulan ini, kami pacaran tidak bernah bertemu secara tatap muka, tidak pernah dia mengantarku dan menjemputku saat pulang sekolah. Padahal kami satu sekolah, kami berbeda satu tahu, dia kelas XI. Dan aku baru kelas X. Kami berbeda jurusan, itulah yang membuat kami jarang bertemu. Dan jujur sore ini adalah pertemuan pertamaku bersama dia, aku sangat senang, aku bahagia,  dan pertemuan itu tidak bisa membuatku tidur nyanyak, dan saat aku tidur aku pun mimpi tentang dia. Ohh tuhan apa arti ini?
          Aku memang belum diperbolehkan pacaran oleh Ibuku, tapi Ayaku boleh. Itulah yang menyebabkan aku tidak pernah mengajak dia main kerumahku. Tapi dia tidak pernah menuntunku untuk mengajak kerumahku, karna dia mengerti keadaanku. Dan sore itu aku bertemu dengan dia secara diam-diam didepan lorong dekat rumahku. Aku senang sekali bisa berbicara langsung dengan dia, meskipun pertemuan itu singakat, tapi pertemuan itulah yang membawaku ingin selalu bersama dia. Kemarin sore itu dia meminta betadin atau obat luka kepadaku, karna kaki dia luka saat main futsal tadi, aku langsung menjawab ada. Dan dia langsung bilang “Abang, kerumah adik yahh sekarang” sore itu hujan, tapi dia nekat dan aku pun menunggu dia didepan lorog rumahku.
          Saat dia menghampiriku aku terkejut, dan jantungku berdegup kencang, aku grogi saat berbicara dengan dia, “Gak, di pakekkan betadinnya?” kata dia memhentikan lamunanku karna memandang wajahnya. Aku menjawab dengan singkat “Tidak” di bilang “Yaudah, abang pinjem yahh, abang dulu pulang yah. Dik?” katanya berpamitan. Aku ingin mencegah dia supaya tidak pulang, tapi apa boleh buat hujan agak sedikit deras, dan hari pun hampir menjelang magrib. Dia berpamitan dan menyalakan mesin motornya lalu pulang.
          Tadi saat dia mengambil betadin dari tanganku dia sempat memandangku sebentar, ohh tuhan mukanya manis sekali, berbeda dengan yang aku lihat dari jarak jauh, dan saat aku melihat dia dari foto. Hidungnya yang mancung, serta suaranya yang belum pecah masih kayak anak kecil. Aku mencintainya tuhan, sungguh aku mencintainya. Aku ingin sekali menghabiskan waktu banyak bersama dia, berfoto bersama dia, menyanyi bersama, dan yang paling aku ingin mempunyai gelang couple yang bertuliskan “LOVE” aku menginginkannya tuhan.      
          Kapan tuhan aku bisa bersama dirinya lebih lama, duduk disamping dia lebih lama, dan bersandar di bahunya yang membuatku nyaman. Lalu dia menyayikan ku sebuah lagu cinta memakai gitar. Aku menginginkannya tuhan, tapi kapan tuhan? Haaa kita tunggu saja waktu yang lebih tepat mungkin ini adalah sebaggian rencanamu tuhan, aku akan setia menunggu rencanamu yang lebih baik dari ini. Aku menunggunya tuhan.
          Sore yang hujan itu menjadi saksi bisu atas pertama kalinya aku bertemu, tatap muka, dan berbicara secara langsung bersama dia. Love you Rama~

CINTA PARA REMAJA


Sebagian besar orang menganggap cinta itu adalah anugerah terindah. Entah mengapa disebut anugerah terindah? Mungkin karna mereka menganggap pasangannya itu mencintainya, menyayanginya, bahkan tidak ingin kehilangan pasangan mereka masing-masing. Cinta yaitu lima huruf yang banyak arti serta makna yang sangat besar bagi penikmatnya.
            Anak muda zaman sekarang, bukan anak-anak yang sudah berumur tujuh belas  tahun sampai tiga puluh tahun, sudah mengerti cinta yang sesungguhnya. Ini remaja merasakan cinta yang tak tahu apa yang akan dilakukannya dengan pasangannya. Cinta anak sekolah biasa di sebut dengan sebutan “CINTA MONYET” tak tahu mengapa disebut begitu? Mungkin pemikiran mereka belum serius dan mateng, serta mereka juga banyak yang harus dilakukan di saat-saat sekolah yaitu belajar, dan mengurusi pelajaran disekolah. Dan mengurusi kegiatan organisasi bagi sejumlah orang yang ikut dengan organisasi disekolah.
          Cinta timbul diantara para pelajar sekolah itu berawal dari deket dulu, kemudian si cowok rajin main kekelasnya cewek yang dia taksirkan, meminta nomor hape si cewek, kemudian setiap malem sms, deket, saling kasih perhatian, kemudian timbul rasa ingin saling memiliki, lalu cewek itu udah ngerasa nyaman banget sama sih cowok, dan cowok pun merasa ingin cepat-cepat memiliki sih cewek akibat ketidak sabaran sihh cowok, cowok pun nembak sih cewek, saat cowok menembak cewek itu, sihh cewek deg-deg’an, salting, dan bingung ingin nerimanya atau enggak. Cewek nolak sihh cowok, nanti sihh cowoknya kecewa dan sakit hati lalu menjauh dari sihh cewek. Kalau sihh cewek nerima sihh cowok, yang jelas pasti akan timbul hari, tanggal, bulan dan tahun jadian mereka. Serta yang mungkin buat jadiin momen spesial, jam, menit, detik sihh cowok nembak cewek akan di ingat selalu oleh sihh cewek.
          Yang berawal dari PDKT’an, sekarang jadi PACARAN. Yang berawal panggilan AKU - KAMU, sekarang jadi “SAYANG” remaja pacaran itu lucu yahh, pemikirannya labil dan pasti ceweknya cemburuan kalau cowoknya deket sama cewek lain. Begitupun sihh cowoknya sangat cemburu jika melihat sihh ceweknya sedang deket ngobrol berdua sama cowok lain. Wajar aja kalau saling cemburu, namanya juga saling sayang dan takut kehilangan. Bagi yang ngersa sudah sayang banget pasti takut buat kehilangan.
          Pacaran sama yang lebih tua itu enak, dewasa, dan katanya bisa mengalah jika ada pertengkaran dalam hubungan itu. Itu salah salah sekali!! Yahh awalnya aja yang ngerasa enak, nyaman, takut kehilangan, dan yang jelas cemburuan aja kerjaannya. Itu hanya awal dari sebuah hubungan para remaja, dan jika sedang ada masalah, berkelahi dalam sebuah hubungan katanya sihh cowok yang lebih tua dari sihh cewek akan ngalah, dan nenangi sihh ceweknya. Haaaa itu adalah salah salah besar!!! Jika sihh cowoknya berfikir lebih dewasa dan takut kehilangan sihh ceweknya mungkin cowok itu akan bisa mengalah dan nenangi sihh ceweknya, tapi jika sihh cowonya bersikap egois, tidak mau mengalah dan menyalahkan sihh ceweknya terus itu adalah cowok yang pengecut selalu berfikir negatif tentang ceweknya, dan mencari-cari kesalahan sihh ceweknya. Hubungan yang kayak itu tidak akan lama dan tidak akan romantis ataupun harmonis.
          Cowok yang lebih dewasa dari sihh ceweknya jika sedang berkelahi akan membuat cewek itu tidak semakin panas, dan semakin emosi dengan sih cowoknya. Jika sihh cowok itu selalu menyalahkan sihh ceweknya terus menerus tidak akan langgeng dan yang pasti tidak akan ada lagi kata PACARAN. Yang ada adalah kata PUTUS yang keluar dari mulut sihh cowok yang egois, dan selalu menyalahkan sihh ceweknya terus. Mengapa sihh setiap pacaran sama yang lebih tua itu jika berkelahi sihh cowoknya selalu berfikir negatif, dan selalu menuduh ada orang ketiga dibalik sebuah hubungan itu. Lalu dengan mudah sihh cowoknya ngeluarin aja kata-kata PUTUS, yang dalam pengucapannya dengan keadaan sadar.
          Cowok yang Gentel dan dewasa itu seharusnya menghadapi sihh ceweknya lebih dewasa dan berfikir possitif, serta percaya kalau sihh cewek itu tidak ada cowok selain dirinya. Bukan malah berfikir negatif dan menuduh ceweknya selingkuh dengan cowok lain! Umur aja yang dewasa tapi sifat masih kayak anak kecil yang labil mau milih es krim atau permen. Percuma kalau begitu, lebih baik sihh cewek itu pacaran sama yang seusianya dari pada pacaran sama yang umurnya aja dewasa tapi sifatnya masih kayak anak kecil percuma banget. Sakitnya itu sama sihh cewek dan yang ngerasainnya itu cewek bukan cowok, think again!
          Cowok yang dewasa itu jika salah minta maaf dan jika dia mau apa-apa bilang dulu ke ceweknya. Bukan yang salah tapi gak mau ngaku salah, jika di kodein dulu baru sadar jika dirinya salah, dan bilang MAAF dan bukan juga yang niggalin ceweknya tidur, lalu setelah bangun tidur lihat handphone ada banya pesan masuk, lalu pas di cek semua pesan itu dari ceweknya semua. Dan yang pasti cowok itu bales sms ceweknya begini “Maaf sayang, tadi ketiduran capek banget maaf banget yahhh sayang maaf” cewek udah di jelasin gitu aja langsung maafin cowknya. Cewek itu murah pemaaf loh! Janganlah sekali-kali kalian nyakitin perasaan cewek, jika sihh cewek sudah sakit banget hatinya, dan sudah mengeluarkan air mata yang membasai pipi yang dulunya selalu terbentuk bulat saat tersenyum kepada orang  pasti akan lama untuk mengobatinya dan pasti akan lama banget untuk memaafkannya.
          Jika cewek sudah ngeluarin air matanya, itu bearti cewek itu benar-benar sayang dan takut banget buat kehilangan cowoknya!
          So, jagalah pasangan kalian jangan disakitin mulu ceweknya! Sekali-sekali mikir dewasa yahh jangan pemikiran labil mulu! Jaga perasaan dan hati pasangan kalian, jangan sampe air mata yang bening membasai pipi dan memudarkan senyumannya. Kalian tega gak liat Ibu kalian di sakitin oleh orang? Gak kan?! Mangkanya anggep Pacar kalian itu adalah ibu kedua yang diturunkan Allah dalam versi yang berbeda untuk menjaga, kasih perhatian, serta menyangi kalian. Meskipun pasangan kalian sekarang ini bukan jodoh kalian, kan setidaknya pasangan kalian sekarang udah pernah ngisi hari-hari kalian, menyayangi kalian, kasih perhatian setiap hari, serta selalu menulis nama kalian di setiap lembaran buku Diary mereka. Bahkan mungkin setiap sholatnya selalu mereka selipkan orang yang dia sayang.
          Cewek itu lembut lohh mudah banget ngeluarin air mata jika sihh cowoknya kenapa-napa. Sekali lagi jaga yahh pasangan kalian jangan sampe ngerasain apa yang gue rasain sekarang ini. Think possitive terus sama pasangan kalian, jika pasangan kalian agak cuek, mungkin itu adalah sinya-sinyal mereka untuk lebih minta di perhatiin lagi sama kalian. Setidaknya luangkan waktu kalian buat pasangan kalian, meluangkan rindu satu sama lain, berbagi pengalaman, cerita serta menambahkan banyak lagi buiran-butiran cinta itu. Jangan yahh ngecewain, dan nyakitin hati pasangan kalianJ inget yahh KARMA berlaku kokJ


CINTA YANG BERKHIANAT

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi aku tenggelam dalam lautan luka dalam lautan luka dalam aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang aku tanpamu butiran debu. Aku tanpamu butiran debu...
Sepenggal lirik lagu yang sedang terputar sangat besar didalam Tip DVD playerku.
          Yahh tiga bulan yang lalu gue menjalankan hubungan dengan Alex, cowok keren, kece, dan diidolakan di sekolah gue, karna dia itu sangat jago main basket. Tanggal 10 Juni kemarin gue jadian sama dia, awalnya gue sangat gak nyangka cowok keren, kece dan diidolakan disekolah nembak gue, cewek sederhana, cuek, dan sangat susah buat cowok nembak gue karna gue cuek. Tapi mengapa Alex dengan mudah nembak gue dilapangan basket yang pada saat itu kelas dia sedang berlatih, dan gue dipanggil oleh Pak Agus buat ngadep dia. Ohh ternyata Alex dan Pak Agus bekerja sama buat ngejebak gue dilapangan dan Alex membawa seikat bunga mawar merah yang sangat harum, memang belum sempet gue cium, tapi itu udah kecium diidung gue. Dan mengucapkan kalimat “Sekar lo mau gak jadi pacar gue?” hah?!! Gue terkejut bukan main, jantung gue berdetak dan tangan gue dingin. Ya Tuhan apakah ini mimpi? Gue ditembak oleh cowok yang banyak idola? Gue terlihat bodoh karna menampar pipiku sendiri karna gue takut ini semua adalah mimpi. Sebuah mimpi yang konyol! Tapi ternyata ini bukan mimpi ini adalah suatu kejadian yang really!! Asli tanpa rekayasa.
          Emang sihh sempet gue suka sama dia, tapi dia gak peka-peka. Yaudah gue move on dari dia dan gue  fokus dengan pelajaran, dan gak tahu tanggal 09 Juni di nembak gue dilapangan basket! Dan gak langsung gue terima. Setelah dia menucapkan kalimat itu, gue bingung gak tahu mau jawab apa. Orang-orang yang ada di lapangan basket berteriak “Terima! Teima! Terima!” astagaaaa, dan gue bilang “Besok aja gue jawab” setelah bilang gitu, gue narik tangan temen gue Cika buat pergi dilapangan.
          Malemnya dentingan suara BBM dari hp gue berbunyi, setelah gue lihat ternyata ada BBM masuk dari Alex. “Gimana sekar?” gue jawab “Kita belum kenal satu sama lain, gak mudah buat lo mahamin sifat gue” di bales lagi “Yaudah kita deket dulu, lalu besok gue tunggu jawabanya Sekar” setelah dia terakhir BBM begitu, gak gue bales tapi  cuma gue Read doang.
          Besoknya yaitu tepat jam istirahat sekolah gue dan Cika sedang makan dikantin lalu ada Alex dan temen-temen basketnya. Alex mendekati gue lalu ia berkata “Gimana Sekar? Maukan jadi pacar gue?” haduhhhh disitu gue diem, entah gak ada angin, gak ada hujan, gak ada badai atau halilintar yang menerpa gue. Gue terima Alex, dengan mengucapkan kata “Iya gue mau jadi pacar lo!” sontak seisi kantin terkejut karna gue nerima Alex, Alex pun senang bukan main karna gue nerima dia.
          Setelah gue jadian sama dia, awalnya dia selalu ngucapin Good Morning, good night, ngasih perhatian lebih, ngajakin pergi dan pulang sekolah bareng terus, selalu main kerumah setiap  hari libur, malem minggu selalu ngajikin gue jalan. Awalnya gue gak  terlalu cinta dan sayang sama dia, tapi setelah dia memperlakukan gue lebih spesial, dia mencintai gue, disitu mulai ada rasa cinta dan sayang sama dia. Setiap dia bertanding basket, gue yang nemenin dia, ngasih semangat ke dia. Tapi dua bulan terakhir waktu itu, dia agak cuek, kurang kasih perhatian ke gue, jarang banget ngubungin gue, kami juga jarang pulang pergi sekolah bareng lagi, jarang jalan setiap hari libur, dan malem miggu gak pernah dia main kerumah gue, atau ngajakin gue jalan. Setiap kali gue BBM/SMS dia, pasti dia bales “Maaf sayang, sekarang udah jarang kasih waktu buat kamu. Karna aku lagi sibuk ngurusin pertandingan basket dan ngeband kesana-kesini, maaf yahh sayang” gue, selalu paham dengan maksud dia, gue selalu dapet jawaban yang seperti itu. Ngeband iya salah satu hobby barunya yang akhirya menjadi kebiasaan setiap minggunya sehingga gak bisa jalan bareng gue lagi. Gue gak selalu menuntut banyak dari dia, gue gak selalu minta dia buat ngajakin gue jalan setiap minggu, main kerumah setiap minggu, tapi yang gue minta satu hal dari dia yaitu siapkan waktu khusus buat gue. Karna gue pingin kayak dulu yang selalu BBM/SMS setiap pulang sekolah atau malem hari. Yang disekolah dia selalu ke kelas gue buat ngajakin gue ke kantin bareng. Gue gak perlu itu! Yang gue perlu cuma waktu buat gue, udah itu aja, gak banyak kok.
          Tapi dia tak bisa membagi waktunya antara, tanding basket, ngeband, dan untuk gue. Kejadia ini berangsur hingga satu bulan berikutnya, tak terasa tanggal 10 September adalah Anniversary gue dan Alex yang ketiga bulan. Tak ada yang spesial di hari jadi kami yang ke tiga bulan itu, tak seperti di bulan pertama dan ke dua. Dia selalu memberi kejutan spesial buat gue. Di bulan ini dia cuma ngucapin Happy Anniversary yang ke tiga bulan Sekar Nisari. Love you, cuma itu aja yang gue dapet dari dia, gue udah nyiapin kado yang spesial buat dia untuk Anniversary yang ketiga ini. Namun nyatanya dia mengkhianati cinta gue, kasih sayang gue, serta kepercayaan gue selama  ini. Saat gue menuju ke kelas dia bersama Cika sahabat  gue, dia sedang duduk mesra berdua dengan Mona teman SMP gue dulu. Mereka makan es  krim berdua, seperti waktu Alex ngajak gue makan es di taman sekolah. Alex memanggil Mona ‘SAYANG’. Ohhhh disitu hati gue berdedatak hancur berkeping-keping, rapuh dan tak bisa gue lanjutin dengan kata-kata saat gue melihat mereka begitu romantis.
          Kado yang gue bawa langsung jatuh, dan gue berlari entah kemana. Saat kado yang gue bawa jatuh baerbunyi, sontak Alex dan Mona melihat kearah luar kelas, saat Alex melihat gue berlari, dia keluar kelas untuk mengejar gue, tetapi tangannya  ditahan oleh Cika, lalu Cika berkata “Lo jahat bener yah! Gak mikir ini hari yang spesial antara lo dan Sekar! Bukannya lo kasih yang spesial buat Sekar tapi lo kasih kejutan yang menyakitkan buat dia! Cowok apaan lo? Ngianatin cinta Sekar! Pengkhianat lo!!” “Dan lo Mona? Lo gak tahu apa Alex ini masih punya hubungan dengan Sekar kenapa lo jadian sama dia? Lo gak inget saat SMP dulu lo di bully dan yang ngebela lo siapa? Sekarkan! Lo fikir dong!!! Munafik lo berdua!!” setelah Cika berkata begitu dia berlari mengejar Sekar.
          Mona yang tahu bahwa Alex masih mempunyai hubungan dengan Sekar langsung menampar Alex. Dia berlari juga menyusul Cika yang sedang mencari arah Sekar pergi. Alex? Dia hanya diam memegangi pipinya yang telah ditampar oleh Mona, dan jongkok untuk mengambil kado Anniversary mereka yang ketiga bulan. Setelah dibuka bungkus kado ternyata isinya ialah Gitar mainan kecil yang klasik, yang terbuat dari kayu ukir yang sangat licin, dibaliknya oleh Alex, ternyata di belakang bodi gitar itu, tertulis “Alex love Sekar, 10-06-14” love you. Dan ada selembar kertas yang tak begitu besar, dilipat dengan bentuk hati. Dibuka oleh Alex kertas itu berisi “Aku tahu kamu sekarang sedang sibuk dengan latihan basket dan ngebandmu, tapi aku harap ada waktu yang spesial buat aku. Udah itu aja! Ohya Happy Anniversary 3 month Alex Anggara. Love you sayang!!” setelah Alex melihat hadia dan surat dari Sekar, ia langsung menyadari betapa Sekar  mencintainya.
Pulang sekolah, gue ngurung diri didalem kamar sampai malem. Suara dentingan BBM, SMS, dan telpon yang masuk ke hp gue, gue abaykan. Gue hanya bisa nangis meratapi Alex dan Mona disekolah tadi yang  tanpa dosa ngelakuin hal yang sudah nyakitin hati gue! Pembantu gue yang sedari tadi mengetuk pintu kamar gue untuk menyuruh makan gue abaykan juga. Lalu pembantu gue mengetuk pintu kamar gue lagi dan dia berkata “ Non Sekar, ada Alex nihh nungguin kamu diruang tamu” gue terkejut mengapa dia kerumah gue? Buat apa minta maaf? Sudah tak sepantasnya dia minta maaf ke gue  karna sudah nyakitin hati  gue. Gue tak berfikir panjang, gue keluar dari dalem kamar gue, muka gue yang begitu pucat, mata gue yang sembab, dan gue yang masih memakai seragam sekolah gue menghampirinya lalu berkata “PERGI DARI SINI SEKARANG!” “Sekar, sekar aku bisa jelasin semuanya! Mona itu..” “Udah! Gak usah banyak penjelasan, lo pergi dari sini!” gue menarik tangan dia untuk menyuruh keluar dari dalem rumah gue. “Sekar, sekar tunggu” gue langsung menutup pintu rumah gue dia mengetuknya dari luar sambil berkata “Sekar maaf aku bisa jelasin semuanya” “udah sekarang lo pergi dari sini! GUE BENCI LO!” setelah berkata begitu, gue berlari masuk kamar untuk mengurung diri lagi, gue semakin nangis sangat sakit bagi gue buat maafin semua yang telah terjadi  di depa mata gue. Alex, ia masih saja didepan rumah gue, mengetuk pintu rumah gue dan berteriak minta maaf kepada gue. Pembantu gue bingung, pembantu gue gak gue suruh buat bukain pintu rumah.
Keesokkan harinya di sekolah, gue bertemu dengan dia. Dia menyapa gue, memandangi gue, dan selalu mengucapkan kata MAAF. Gue abaykan semua! Mona yang minta maaf kepada gue, gue cuekin dan gue abaykan! Semua anak satu sekolah ini sudah mengetahui apa yang telah terjadi antara gue, Alex dan Mona. Alex yang dulunya diidolakan oleh kaum hawa yang ada di sekolah ini, sekarang ia dibenci. Karna sudah menyakiti perasaan cewek! Bukan gue yang nyuruh anak cewek yang ada disekolah ini untuk ngebenci Alex, tapi itulah cewek, jika sudah disakiti, dikhianati, tak akan percaya lagi. Emang yang ngerasain ini hanya gue, bukan cewek disatu sekolah ini. Yahh tapi itulah perempuan. Satu hati.     
Mona? Gue gak tahu apa yang terjadi dengan dia, apakah dia di bully lagi, dia dibenci oleh cowok atau cewek yang ada disatu sekolah ini. Gue gak tahu! Gue gak peduli lagi dengan dia sekarang.
Sekarang gue belajar untuk ngeluapain semuanya! Belajar untuk buang masa lalu, dan belajar buat memaafkan orang. Tapi mengapa tidak bisa? Gue tidak tahu! Yahhh itulah gue, kalau sudah disakiti, pasti akan butuh waktu lama untuk memaafkan orang yang telah nyakitin hati gue! Dan yang jelas karma masih berlaku kok.
Lagu Rumor yang Berjudul Butiran Debu itu berputar kembali didalem DVD player gue, yahh gue bosen  ngedengerin lagu itu, gue matiin dan gue simpen laptop gue. Lalu gue pergi keluar untuk mencari hal baru yang bisa membuat gue lupa dengan apa yang terjadi sama gue, di tiga bulan yang lalu. Gue harap lembaran baru gue adalah seorang yang mencitai gue dengan sepenuh hatinya, dan berjanji tidak akan mengkhianatin cinta gueJ

KU KIRA ITU CINTA


Aku memandang ponsel BBku dengan geram. Kini, ponsel bukanlah sarana penyemangat, hiburan ataupun komunikasi bagiku khususnya. BB ini menjadi suram bagiku. Dentingan dan LED BBku pun tak pernah ku hiraukan. Percuma saja! Jika aku memandang BBku, BBM darimu, Telfon darimu, SMS darimu ataupun Skype darimu tidak lagi kan kudapatkan. Aku merasa benar-benar kacau. Lewat BBM, kau memaki, mencaci, membentak dan menyalahkanku. Sementara aku sendiri tidak tau dosa apa yang telah ku perbuat padamu hingga berakibat seperti ini.
Kau mengawali segalanya. Kau memulai perkenalan kita. Perkenalan yang aku lupa kapan itu terjadi. Dan entah bagaimana bisa terjadi. Aku sudah melupakannya. Yang ku tau dan ku ingat, kau begitu menyenangkan saat itu. Kita tertawa, bercanda dan bercerita apapun yang menarik. Penting ataupun tidak penting. Kau selalu memiliki topik untuk dibicarakan lewat pesan BBM. Kita pun saling bertukar foto. Foto masa lalu kita yang konyol dan lucu.
Foto itu adalah foto kita saat berumur 5 tahun. Foto kita yang unyu dan imut itu sukses membuat kita tertawa lepas di tempat masing-masing. Dan tentunya di depan ponsel BB masing-masing. Kemudian kau mengirim gambar macan dan menyamakanku dengan gambar menyeramkan itu. Aku tak mau kalah. Aku membalas dengan mengirimimu gambar pocong. Kau tidak terima dan marah-marah tak jelas padaku.
Semakin lama aku merasakan ada gejolak dalam relung hatiku, ikut menari riang gembira, bergoyang-goyang, serta terbang melayang. Aku bahagia. Perhatian yang kau berikan padaku kurasa tulus. Kau bercerita tentang cinta. Segala pendapatmu tentang cinta kau ceritakan padaku. Dengan caramu. Caramu yang sangat menyentuh hatiku. Caramu yang membuatku semakin terpesona oleh sosokmu.
Pada suatu saat kita saling menceritakan pengalaman cinta kita. Cinta pertamamu begitu indah. Kau menceritakan dengan gaya laksana sang pujangga cinta. Kau juga bercerita tentang mantan-mantan pacarmu. Bercerita tentang kau yang pernah menjadi ‘Kekasih Gelap’. Di dalam hati aku merutuki kebodohanmu yang dengan santai menjadi Selingkuhan. Betapa cerobohnya dirimu. Bagaimana jika pacar asli dari pacarmu itu tau? Entahlah. Itu bukan urusanku. Jika kamu milikku, aku berjanji takkan pernah menduakanmu.
Di setiap malam harinya, kita selalu bersapa ria lewat skype, twitter, facebook, line dan Sosial Media lainnya. Melalui skype, saat itulah wajahmu dan wajahku bertemu secara dekat dengan perantara webcam. Matamu memancarkan elok nirmala kesejukan fajar dalam hatiku. Suara lembutmu yang mengucapkan “Good Night” berhasil menarik bibir ini hingga mengukir sebuah senyuman manis. Walau hanya 2 kata, tapi aku tak bisa untuk tidak mengartikan itu wujud perhatianmu padaku. Aku terlelap dalam tidurku bersama mimpiku. Kulihat bayanganmu tersenyum manis di mimpiku. Ya Tuhan! Kurasa aku mulai menyukainya dan menyayanginya.
Dan lagi terjadi, di lain hari. Kau adalah seorang pemain bola. Aku tahu itu, karena kita memang satu sekolah. Dan aku mencari berbagai informasi tentangmu dari teman-teman dekatmu. Aku juga sangat menyukai sepak bola. Kita membicarakan tentang tim favorit kita. Pemain idola kita. Kau menyukai Arsenal, sedangkan aku menyukai Barcelona. Di hari sabtu dan minggu adalah hari latihanmu. Kau selalu mengabariku. Apa yang sedang kau lakukan, dimana keberadaanmu, bersama siapa dirimu saat itu. Kau mengabariku. Seusai ataupun sebelum latihan kau mengirimiku BBM. Dan yang semakin membuatku kaget adalah, kau memanggilku ‘SAYANG’.
Aku kira aku memang orang bodoh. Karena hubungan kita berangsur-angsur tanpa ikatan yang jelas. Di malam minggu setelah kemenangan tim sepak bolamu yang mendapat juara 1, kau mengajakku jalan, dinner dan ini adalah kali pertamaku ngedate denganmu. Ah apa ini bisa dibilang kencan? Yaaa kurasa memang begitu. Kau menghampiri langsung di rumahku, dengan motor sportmu tentunya. Dan tak ketinggalan kau meminta izin kepada ayahku tersayang untuk mengajakku keluar. Betapa bahagianya diriku. Bagaimana bisa aku hanya menganggap ini semua wajar sebagai teman. Semua kaum perempuan pun akan merasa benar-benar dicintai saat seseorang yang disayangi melakukan hal itu.
Aku membonceng di belakang mu dengan perasaan campur aduk. Kau melajukan motormu itu sangat kencang. Ah laki-laki memang modus. Itu taktik agar perempuan takut jatuh lalu akan merangkul pinggangnya dengan erat. Mau tak mau aku merangkul pinggangmu. Semakin kencang lajumu, semakin erat tanganku melingkari pinggangmu. Denyut jantungku begitu kencang, darah terpompa dari bilik kiri ke seluruh tubuh, arteri di tanganku mengalir deras, aku merasa seperti lari maraton. Aku berharap kau bisa merasakannya.
2 hari setelah malam itu, kau menghilang tak berjejak. Pesan BBM darimu kutunggu-tunggu juga tak kunjung datang. Aku berfikir, mungkinkah kenangan malam itu hanya mimpi? Tidak mungkin! Aku merasakan itu semua benar-benar nyata! Aku mencubit lenganku waktu itu, dan rasanya sakit. Ah atau… mungkinkah malam itu adalah perayaan perpisahan kita? Oh Ya Tuhan… Kumohon jangaaan!
Hingga suatu ketika kabar buruk terdengar oleh telingaku. Kau memiliki kekasih baru. Yang tak lain adalah temanku. Aku mencoba meminta penjelasan padamu, dan kau mengakuinya. Aku juga meminta penjelasan padanya, tapi dia tetap mengelak tak mau mengakuinya. Aku mendesaknya dan akhirnya ia mengakui itu. Bahwa dia -yang merupakan temanku- adalah kekasihmu. Aku memintanya menceritakan bagaimana dia bisa jadian denganmu. Aku tak bisa mengontrol emosiku saat itu. Aku luapkan padanya. Sementara kau dengan santai justru membelanya dan terus-terusan menyudutkanku, menyalahkanku, membentakku, bahkan mencaci maki diriku.
Air mataku terus berlinang. Hati ini terasa sakit dan perih. Bagai tertusuk belati. Aku ingin sekali berteriak saat itu, tapi aku menyadari keberadaanku yang kini di dalam kamar. Aku khawatir orang-orang akan menyangka aku ini GILA. Ku urungkan niatku berteriak dan terus menangis tersendu. BB yang kini kupegang terasa menggetarkan. Lewat BBM, Chat, DM dan pesan singkat kalian berterus terang saja meminta maaf kepadaku atas dosa yang kalian perbuat. Dentingan BBku berbunyi tanpa henti, Flipnya pun berkedip-kedip merah, biru, hijau. Aku tak kuasa! Tanpa pikir panjang, kumatikan saja ponsel BBku ini. BB keramat yang menyisakan luka mendalam bagiku.