Dua orang yang sudah pasti tak akan bersatu
Tapi memaksa untuk harus tetap bersatu
Dua orang yang terlampau tanpa jarak
Tapi terasa sangat berjarak
Dua orang sudah pasti tidak akan bisa untuk bersama
Tapi juga harus memaksa bersama
Bukan tidak adil bukan pula tidak imbang
Tapi itulah kenyataan bersama hanya untuk saling mrnyakiti
Bersama hanya untuk terlihat agar sepasang
Bersama juga agar ada teman untuk kemana-mana
Kita
Cerpen dan sajak bait dari setiap isi dan rasa hati Bukan dari hati tapi dari perasaan yang terlalu kokoh untuk di kikis
Selasa, 06 Agustus 2019
Faken
Kehadirannya selalu di tunggu
Apapun tentangnya selalu membuat penasaran
Saat sudah bersama rasa tak ada
Ibarat
Air bertemu dengan minyak tak bisa bersatu
Angin bertemu dengan asap menghilang dan menyakitkan
Begitupun
Aku dan kamu
Dua insan yang sudah tak bisa bersatu
Tapi selalu memaksa untuk bersama
Selalu menutupi lobang-lobang yang mulai terlihat
Selalu terlihat bahagia di depan, padahal nihil di belakang
Tak pernah menemukan seluruh ragamu lagi untuk tetap bersamaku
Kau menghilang dan aku berpura-pura
Apapun tentangnya selalu membuat penasaran
Saat sudah bersama rasa tak ada
Ibarat
Air bertemu dengan minyak tak bisa bersatu
Angin bertemu dengan asap menghilang dan menyakitkan
Begitupun
Aku dan kamu
Dua insan yang sudah tak bisa bersatu
Tapi selalu memaksa untuk bersama
Selalu menutupi lobang-lobang yang mulai terlihat
Selalu terlihat bahagia di depan, padahal nihil di belakang
Tak pernah menemukan seluruh ragamu lagi untuk tetap bersamaku
Kau menghilang dan aku berpura-pura
Tertipu daya
Jangan memulai awal yang manis jika mengakhiri dengan pahit
Jangan membuka terlalu lebar pula pintu ketika ada orang asing mengetuknya
Memberi ucapan selamat, lalu menjabat tangan dan tersenyum manis
Tertipu daya dirimu
Memulai dengan pelangi dan di akhiri dengan sapuan badai yang tebal
Jangan membuka terlalu lebar pula pintu ketika ada orang asing mengetuknya
Memberi ucapan selamat, lalu menjabat tangan dan tersenyum manis
Tertipu daya dirimu
Memulai dengan pelangi dan di akhiri dengan sapuan badai yang tebal
Bumi
Di bumi ini tidak ada yang abadi
Plastik saja butuh waktu bertahun-tahun untuk hancur
Memang lama untuk hancur. Tapi akan tetap hancur bukan?
Tidak ada yang abadi juga, cuaca akan berubah setiap saat
Mood juga selalu berubah
Mengenal yang baru bukan bearti melupakan yang lama
Semua akan berakhir entah cepat atau lambat
Entah sekarang atau nanti
Yang jelas akan silih berganti untuk berubah
Bukan puisi perpisahan yang aku buat sekarang
Tapi kata-kata yang memang nyatanya akan di lalui dalam kurun waktu yang di jalani
Hidup di dimensi milenial sekarang lebih cepat berkembang
Daripada hidup di tempo doelo
Bukan menghina jaman dulu tapi menghargai apapun yang sudah di dapat
Bertopeng
Bukan ingin mengejarmu
Meminta agar engkau kembali mundur ke belakang
Atau berbalik arah melihatku
Aku cukup lelah dengan caraku
Bagaimana bisa mendapatkan dirimu lagi
Seperti dulu
Utuh
Pendiam
Kaku
Namun menyayangiku
Tidak banyak menuntut padaku
Menerimaku seperti ini dan tidak ingin merubah diriku menjadi orang lain
Namun seiring berjalannya roda poros bumi
Kau yang dulu aku kenal lenyap
berubah menjadi sosok yang berbeda
Seperti rumus matematika sulit di pecahkan
Unsur senyawa kimia yang mudah di cerna namun rumit untuk di pelajari
Molekul atom yang selalu hadir dalam setiap pertemuan
Entah itu hanya aku yang hiperbola atau engkau yang berubah
Tapi nampaknya benar kau berubah, menjelam menjadi orang bertopeng jahat
Tak di kenal
Meminta agar engkau kembali mundur ke belakang
Atau berbalik arah melihatku
Aku cukup lelah dengan caraku
Bagaimana bisa mendapatkan dirimu lagi
Seperti dulu
Utuh
Pendiam
Kaku
Namun menyayangiku
Tidak banyak menuntut padaku
Menerimaku seperti ini dan tidak ingin merubah diriku menjadi orang lain
Namun seiring berjalannya roda poros bumi
Kau yang dulu aku kenal lenyap
berubah menjadi sosok yang berbeda
Seperti rumus matematika sulit di pecahkan
Unsur senyawa kimia yang mudah di cerna namun rumit untuk di pelajari
Molekul atom yang selalu hadir dalam setiap pertemuan
Entah itu hanya aku yang hiperbola atau engkau yang berubah
Tapi nampaknya benar kau berubah, menjelam menjadi orang bertopeng jahat
Tak di kenal
Jika...
Bukankah memendam itu berat
Lebih berat daripada menyatakan
Aku juga malu untuk mengungkapkan
Karena apalah aku?
Aku hanya orang yang sudah lama sekali mendoakannya
Tuhan selalu menjadi perantara doa-doaku
Selalu di buat jatuh cinta saat melihatnya
Tapi tak bisa untuk di miliki karena sulit
Bukan bagaikan langit dan bumi
Tapi aku tak tahu
Jika kamu tahu rasanya menimpan itu pahit maka akan aku ajarkan padamu
Rasa menunggu lebih pahit dari kopi hitam
Jika semesta menghendaki, kamu bersama dengan orang lain
Tak apa nanti akan ku ungkapkan bahwa aku benar-benar menyayangimu
Tapi jika semesta kasihan melihatku
Lalu kamu menjadi milikku aku akan berterima kasih kepada semesta dan Tuhan karena telah memberi dirimu untukku.
Aku berjanji tak akan mengecewakanmu
Lebih berat daripada menyatakan
Aku juga malu untuk mengungkapkan
Karena apalah aku?
Aku hanya orang yang sudah lama sekali mendoakannya
Tuhan selalu menjadi perantara doa-doaku
Selalu di buat jatuh cinta saat melihatnya
Tapi tak bisa untuk di miliki karena sulit
Bukan bagaikan langit dan bumi
Tapi aku tak tahu
Jika kamu tahu rasanya menimpan itu pahit maka akan aku ajarkan padamu
Rasa menunggu lebih pahit dari kopi hitam
Jika semesta menghendaki, kamu bersama dengan orang lain
Tak apa nanti akan ku ungkapkan bahwa aku benar-benar menyayangimu
Tapi jika semesta kasihan melihatku
Lalu kamu menjadi milikku aku akan berterima kasih kepada semesta dan Tuhan karena telah memberi dirimu untukku.
Aku berjanji tak akan mengecewakanmu
Tak menangis
Ku rindu
Ingin menyapa
Ingin bertanya
Ingin melihat
Juga ingin sekali menyentuh rambutnya
Tapi tak sanggup
Bukan karena jarak, waktu atau apalah
Salah yang membuatku mengurungkan semuanya
Ingin mengulang dimana masa itu bersama
Dia melihat dan duduk di sebelahku
Mengerjakan tugas bersama
Serta memakan roti yang sangat keras lalu tertawa karena kebodohan itu
Sungguh rindu
Selalu menyebut namanya
Menulis namanya
Dan terus menceritakan pada semesta
Tapi angin selalu membawa pergi sebelum semesta tahu akhirnya
Miris...
sungguh sakit tapi ku tak menagis
Ingin menyapa
Ingin bertanya
Ingin melihat
Juga ingin sekali menyentuh rambutnya
Tapi tak sanggup
Bukan karena jarak, waktu atau apalah
Salah yang membuatku mengurungkan semuanya
Ingin mengulang dimana masa itu bersama
Dia melihat dan duduk di sebelahku
Mengerjakan tugas bersama
Serta memakan roti yang sangat keras lalu tertawa karena kebodohan itu
Sungguh rindu
Selalu menyebut namanya
Menulis namanya
Dan terus menceritakan pada semesta
Tapi angin selalu membawa pergi sebelum semesta tahu akhirnya
Miris...
sungguh sakit tapi ku tak menagis
Maka
Pernah berfikir bukan apa yang kamu cari dan tunggu
Harus benar-benar yakin akan kamu dapat
Itu harus kamu tanamkan di hati
Yakinlah dalam hatimu bahwa kamu akan mendapatkan itu
Yakinlah...
Karena pada saat kamu bersungguh-sungguh menginkan, maka alam semesta pun turut mengabulkan
Harus benar-benar yakin akan kamu dapat
Itu harus kamu tanamkan di hati
Yakinlah dalam hatimu bahwa kamu akan mendapatkan itu
Yakinlah...
Karena pada saat kamu bersungguh-sungguh menginkan, maka alam semesta pun turut mengabulkan
Langganan:
Postingan (Atom)