Selasa, 26 Maret 2019

Jarum Jam

Seperti angin yang terasa tapi tak terlihat
Layaknya hujan yang menetes ke bumi tapi tak bisa di genggam
Mungkin juga seperti asap yang menyesakkan paru-paru tapi tiap kepulannya indah

Ini bukan kedua kali atau ketiga kali
Ini adalah yang kesekian kali
Engkau menjadi asap yang di bawa angin dan di pisahkan oleh hujan

Aku seperti asap yang engkau bawa kemana saja
Dan kau seperti hujan yang bisa menghilangkan itu semua

Jangan marah saat aku bilang kau mengilalang kemanapun
Jangan marah saat aku bilang kau beku seperti es
Jangan pula marah saat aku selalu bilang kau seperti jam pasir

Kau tak suka saat aku mendekat
Tapi, saat aku sudah menjauh kau tiada dosa menarik ku

Aku bukan layang-layang yang angin bawa kemanapun aku ikut
Juga begitu dengan rasa yang kau samakan dengan menarik ulur layang-layang itu.

Kau sangat pintar mengatur ritme yang tidak aku suka
Kau pintar saat menjadi bunglon yang berubah warna
Kau juga sama pintar dengan tupai yang lihay melompat

Aku tak mengutukmu atas dasar perasaan
Juga tak menuntutmu
Tapi yang aku mau kau jadilah seperti detikan jarum jam yang selalu mengikuti arah waktu


2 komentar: