Minggu, 24 Maret 2019

Rumpang

Seperti Banda Neira
Yang tak mampu berkata namun ingin di dengar
Yang tak mampu di ucap namun ingin di mengerti

Bukan hanya rasa yang tumbuh begitu cepat
Menjalar bagaikan akar yang panjang
Menumpuk di ranting pohon yang akan menjadi lebat

Aku tak tahu mampu merangkai kata mulai dari mana
Yang jelas semenjak api telah menjadi asap dan sejak itulah
Aku merasa sesak

Aku bukan belajar dari Sapardi untuk menulis setiap sajak
Bukan juga menjadi Bapak Chairil Anwar
Aku tak bisa membuat otakmu cair saat membacanya

Namun yang aku bisa hanya mengeluarkan semua yang aku rasa
Lewat tulisan yang entah kapan akan engkau baca

Tulisan kelam melewati hari tidak denganmu lagi
Tulisan yang hanya bisa membuatmu bosan

Tapi aku mengerti, karena kamu bukan orang yang suka membaca
Aku tahu kamu sangat senang dengan Musik yang selalu engkau nyanyikan saat di sampingku

Aku hanya berdiam saja saat engkau menceritakan musik-musik indahmu itu...
Aku tak terlalu akrab dengan musik

Aku hanya akrab dengan sajak-sajak yang rumpang untuk selalu ingin diisi
Bukan banyak membaca sehingga bisa membuatku begitu mudah mengelurkan ini
Tapi banyak pelajaran yang selalu aku dapat darimu
Hingga aku bisa bersajak seperti ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar