Layaknya seperti laksana yang mengikuti arus ombang-ambing dari segala mata angin
Kapal yang oleng terbawa angin laut
Ombak yang besar menghantam
Pasang surut yang terus terjadi
Jarum jam berputar tiada henti
Detik telah menjadi menit, menit berganti menjadi jam
Begitupun dengan pagi telah terganti dengan petang
Mendatangkan senja yang membawa bulan redup di malam ini
Terkadang hujan terkadang bagus
Tidak semua malam yang terlewat seperti malam-malam sebelumnya
Mungkin malam ini hujan sangat setia menemaniku sampai terlelap melupakan janji-janji manis kita dulu.
Hujan juga yang mendamaikan suara dari jeritan hati yang selalu berteriak menahan rindu
Aku suka saat angin malam membawa aroma sejuk untuk di hirup
Tapi benci juga saat hujan turun perlahan menyapu aroma tanah kering yang khas menusuk hidung
Bukan cokelat hangat yang menemaniku malam ini
Bukan juga selimut atau kaos kaki yang menghangatkanku di hujan malam ini
Tapi seluruh memori yang terputar tiada henti.
Memori yang selalu kuat dan terputar sendiri, aku tak tahu cara berhentinya bagaimana
Tapi itu selalu menari-nari dalam otakku.
Kau begitu pandai saat hujan tahun lalu di bulan yang sama kau ada bersamaku. Membawa aku ikut dalam putaran roda waktu yang ingin aku cepat ketahui kedepannya.
Namun, bulan ini di tahun yang berbeda kau tak lagi bersamaku.
Membiarkan masa yang akan datang untuk aku lewati sendiri.
Aroma tahun lalu masih terasa hangat selalu memeluk dan mencikku untuk tidak bergerak melepaskan semuanya.
Kau hebat menyulap semuanya menjadi seperti halusinogen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar