Senin, 11 Februari 2019

CINTA YANG BERKHIANAT

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi aku tenggelam dalam lautan luka dalam lautan luka dalam aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang aku tanpamu butiran debu. Aku tanpamu butiran debu...
Sepenggal lirik lagu yang sedang terputar sangat besar didalam Tip DVD playerku.
          Yahh tiga bulan yang lalu gue menjalankan hubungan dengan Alex, cowok keren, kece, dan diidolakan di sekolah gue, karna dia itu sangat jago main basket. Tanggal 10 Juni kemarin gue jadian sama dia, awalnya gue sangat gak nyangka cowok keren, kece dan diidolakan disekolah nembak gue, cewek sederhana, cuek, dan sangat susah buat cowok nembak gue karna gue cuek. Tapi mengapa Alex dengan mudah nembak gue dilapangan basket yang pada saat itu kelas dia sedang berlatih, dan gue dipanggil oleh Pak Agus buat ngadep dia. Ohh ternyata Alex dan Pak Agus bekerja sama buat ngejebak gue dilapangan dan Alex membawa seikat bunga mawar merah yang sangat harum, memang belum sempet gue cium, tapi itu udah kecium diidung gue. Dan mengucapkan kalimat “Sekar lo mau gak jadi pacar gue?” hah?!! Gue terkejut bukan main, jantung gue berdetak dan tangan gue dingin. Ya Tuhan apakah ini mimpi? Gue ditembak oleh cowok yang banyak idola? Gue terlihat bodoh karna menampar pipiku sendiri karna gue takut ini semua adalah mimpi. Sebuah mimpi yang konyol! Tapi ternyata ini bukan mimpi ini adalah suatu kejadian yang really!! Asli tanpa rekayasa.
          Emang sihh sempet gue suka sama dia, tapi dia gak peka-peka. Yaudah gue move on dari dia dan gue  fokus dengan pelajaran, dan gak tahu tanggal 09 Juni di nembak gue dilapangan basket! Dan gak langsung gue terima. Setelah dia menucapkan kalimat itu, gue bingung gak tahu mau jawab apa. Orang-orang yang ada di lapangan basket berteriak “Terima! Teima! Terima!” astagaaaa, dan gue bilang “Besok aja gue jawab” setelah bilang gitu, gue narik tangan temen gue Cika buat pergi dilapangan.
          Malemnya dentingan suara BBM dari hp gue berbunyi, setelah gue lihat ternyata ada BBM masuk dari Alex. “Gimana sekar?” gue jawab “Kita belum kenal satu sama lain, gak mudah buat lo mahamin sifat gue” di bales lagi “Yaudah kita deket dulu, lalu besok gue tunggu jawabanya Sekar” setelah dia terakhir BBM begitu, gak gue bales tapi  cuma gue Read doang.
          Besoknya yaitu tepat jam istirahat sekolah gue dan Cika sedang makan dikantin lalu ada Alex dan temen-temen basketnya. Alex mendekati gue lalu ia berkata “Gimana Sekar? Maukan jadi pacar gue?” haduhhhh disitu gue diem, entah gak ada angin, gak ada hujan, gak ada badai atau halilintar yang menerpa gue. Gue terima Alex, dengan mengucapkan kata “Iya gue mau jadi pacar lo!” sontak seisi kantin terkejut karna gue nerima Alex, Alex pun senang bukan main karna gue nerima dia.
          Setelah gue jadian sama dia, awalnya dia selalu ngucapin Good Morning, good night, ngasih perhatian lebih, ngajakin pergi dan pulang sekolah bareng terus, selalu main kerumah setiap  hari libur, malem minggu selalu ngajikin gue jalan. Awalnya gue gak  terlalu cinta dan sayang sama dia, tapi setelah dia memperlakukan gue lebih spesial, dia mencintai gue, disitu mulai ada rasa cinta dan sayang sama dia. Setiap dia bertanding basket, gue yang nemenin dia, ngasih semangat ke dia. Tapi dua bulan terakhir waktu itu, dia agak cuek, kurang kasih perhatian ke gue, jarang banget ngubungin gue, kami juga jarang pulang pergi sekolah bareng lagi, jarang jalan setiap hari libur, dan malem miggu gak pernah dia main kerumah gue, atau ngajakin gue jalan. Setiap kali gue BBM/SMS dia, pasti dia bales “Maaf sayang, sekarang udah jarang kasih waktu buat kamu. Karna aku lagi sibuk ngurusin pertandingan basket dan ngeband kesana-kesini, maaf yahh sayang” gue, selalu paham dengan maksud dia, gue selalu dapet jawaban yang seperti itu. Ngeband iya salah satu hobby barunya yang akhirya menjadi kebiasaan setiap minggunya sehingga gak bisa jalan bareng gue lagi. Gue gak selalu menuntut banyak dari dia, gue gak selalu minta dia buat ngajakin gue jalan setiap minggu, main kerumah setiap minggu, tapi yang gue minta satu hal dari dia yaitu siapkan waktu khusus buat gue. Karna gue pingin kayak dulu yang selalu BBM/SMS setiap pulang sekolah atau malem hari. Yang disekolah dia selalu ke kelas gue buat ngajakin gue ke kantin bareng. Gue gak perlu itu! Yang gue perlu cuma waktu buat gue, udah itu aja, gak banyak kok.
          Tapi dia tak bisa membagi waktunya antara, tanding basket, ngeband, dan untuk gue. Kejadia ini berangsur hingga satu bulan berikutnya, tak terasa tanggal 10 September adalah Anniversary gue dan Alex yang ketiga bulan. Tak ada yang spesial di hari jadi kami yang ke tiga bulan itu, tak seperti di bulan pertama dan ke dua. Dia selalu memberi kejutan spesial buat gue. Di bulan ini dia cuma ngucapin Happy Anniversary yang ke tiga bulan Sekar Nisari. Love you, cuma itu aja yang gue dapet dari dia, gue udah nyiapin kado yang spesial buat dia untuk Anniversary yang ketiga ini. Namun nyatanya dia mengkhianati cinta gue, kasih sayang gue, serta kepercayaan gue selama  ini. Saat gue menuju ke kelas dia bersama Cika sahabat  gue, dia sedang duduk mesra berdua dengan Mona teman SMP gue dulu. Mereka makan es  krim berdua, seperti waktu Alex ngajak gue makan es di taman sekolah. Alex memanggil Mona ‘SAYANG’. Ohhhh disitu hati gue berdedatak hancur berkeping-keping, rapuh dan tak bisa gue lanjutin dengan kata-kata saat gue melihat mereka begitu romantis.
          Kado yang gue bawa langsung jatuh, dan gue berlari entah kemana. Saat kado yang gue bawa jatuh baerbunyi, sontak Alex dan Mona melihat kearah luar kelas, saat Alex melihat gue berlari, dia keluar kelas untuk mengejar gue, tetapi tangannya  ditahan oleh Cika, lalu Cika berkata “Lo jahat bener yah! Gak mikir ini hari yang spesial antara lo dan Sekar! Bukannya lo kasih yang spesial buat Sekar tapi lo kasih kejutan yang menyakitkan buat dia! Cowok apaan lo? Ngianatin cinta Sekar! Pengkhianat lo!!” “Dan lo Mona? Lo gak tahu apa Alex ini masih punya hubungan dengan Sekar kenapa lo jadian sama dia? Lo gak inget saat SMP dulu lo di bully dan yang ngebela lo siapa? Sekarkan! Lo fikir dong!!! Munafik lo berdua!!” setelah Cika berkata begitu dia berlari mengejar Sekar.
          Mona yang tahu bahwa Alex masih mempunyai hubungan dengan Sekar langsung menampar Alex. Dia berlari juga menyusul Cika yang sedang mencari arah Sekar pergi. Alex? Dia hanya diam memegangi pipinya yang telah ditampar oleh Mona, dan jongkok untuk mengambil kado Anniversary mereka yang ketiga bulan. Setelah dibuka bungkus kado ternyata isinya ialah Gitar mainan kecil yang klasik, yang terbuat dari kayu ukir yang sangat licin, dibaliknya oleh Alex, ternyata di belakang bodi gitar itu, tertulis “Alex love Sekar, 10-06-14” love you. Dan ada selembar kertas yang tak begitu besar, dilipat dengan bentuk hati. Dibuka oleh Alex kertas itu berisi “Aku tahu kamu sekarang sedang sibuk dengan latihan basket dan ngebandmu, tapi aku harap ada waktu yang spesial buat aku. Udah itu aja! Ohya Happy Anniversary 3 month Alex Anggara. Love you sayang!!” setelah Alex melihat hadia dan surat dari Sekar, ia langsung menyadari betapa Sekar  mencintainya.
Pulang sekolah, gue ngurung diri didalem kamar sampai malem. Suara dentingan BBM, SMS, dan telpon yang masuk ke hp gue, gue abaykan. Gue hanya bisa nangis meratapi Alex dan Mona disekolah tadi yang  tanpa dosa ngelakuin hal yang sudah nyakitin hati gue! Pembantu gue yang sedari tadi mengetuk pintu kamar gue untuk menyuruh makan gue abaykan juga. Lalu pembantu gue mengetuk pintu kamar gue lagi dan dia berkata “ Non Sekar, ada Alex nihh nungguin kamu diruang tamu” gue terkejut mengapa dia kerumah gue? Buat apa minta maaf? Sudah tak sepantasnya dia minta maaf ke gue  karna sudah nyakitin hati  gue. Gue tak berfikir panjang, gue keluar dari dalem kamar gue, muka gue yang begitu pucat, mata gue yang sembab, dan gue yang masih memakai seragam sekolah gue menghampirinya lalu berkata “PERGI DARI SINI SEKARANG!” “Sekar, sekar aku bisa jelasin semuanya! Mona itu..” “Udah! Gak usah banyak penjelasan, lo pergi dari sini!” gue menarik tangan dia untuk menyuruh keluar dari dalem rumah gue. “Sekar, sekar tunggu” gue langsung menutup pintu rumah gue dia mengetuknya dari luar sambil berkata “Sekar maaf aku bisa jelasin semuanya” “udah sekarang lo pergi dari sini! GUE BENCI LO!” setelah berkata begitu, gue berlari masuk kamar untuk mengurung diri lagi, gue semakin nangis sangat sakit bagi gue buat maafin semua yang telah terjadi  di depa mata gue. Alex, ia masih saja didepan rumah gue, mengetuk pintu rumah gue dan berteriak minta maaf kepada gue. Pembantu gue bingung, pembantu gue gak gue suruh buat bukain pintu rumah.
Keesokkan harinya di sekolah, gue bertemu dengan dia. Dia menyapa gue, memandangi gue, dan selalu mengucapkan kata MAAF. Gue abaykan semua! Mona yang minta maaf kepada gue, gue cuekin dan gue abaykan! Semua anak satu sekolah ini sudah mengetahui apa yang telah terjadi antara gue, Alex dan Mona. Alex yang dulunya diidolakan oleh kaum hawa yang ada di sekolah ini, sekarang ia dibenci. Karna sudah menyakiti perasaan cewek! Bukan gue yang nyuruh anak cewek yang ada disekolah ini untuk ngebenci Alex, tapi itulah cewek, jika sudah disakiti, dikhianati, tak akan percaya lagi. Emang yang ngerasain ini hanya gue, bukan cewek disatu sekolah ini. Yahh tapi itulah perempuan. Satu hati.     
Mona? Gue gak tahu apa yang terjadi dengan dia, apakah dia di bully lagi, dia dibenci oleh cowok atau cewek yang ada disatu sekolah ini. Gue gak tahu! Gue gak peduli lagi dengan dia sekarang.
Sekarang gue belajar untuk ngeluapain semuanya! Belajar untuk buang masa lalu, dan belajar buat memaafkan orang. Tapi mengapa tidak bisa? Gue tidak tahu! Yahhh itulah gue, kalau sudah disakiti, pasti akan butuh waktu lama untuk memaafkan orang yang telah nyakitin hati gue! Dan yang jelas karma masih berlaku kok.
Lagu Rumor yang Berjudul Butiran Debu itu berputar kembali didalem DVD player gue, yahh gue bosen  ngedengerin lagu itu, gue matiin dan gue simpen laptop gue. Lalu gue pergi keluar untuk mencari hal baru yang bisa membuat gue lupa dengan apa yang terjadi sama gue, di tiga bulan yang lalu. Gue harap lembaran baru gue adalah seorang yang mencitai gue dengan sepenuh hatinya, dan berjanji tidak akan mengkhianatin cinta gueJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar